Sabtu, 30 Mei 2026

Prediksi Nilai Tukar Rupiah Pekan Depan

Photo Author
Mochamad Rizki Damanhuri, Pesanrakyat.id
- Jumat, 29 Mei 2026 | 21:42 WIB
Kabar dari perdagangan sore tadi, mata uang rupiah ditutup melemah 35 poin terhadap dolar AS. (IST)
Kabar dari perdagangan sore tadi, mata uang rupiah ditutup melemah 35 poin terhadap dolar AS. (IST)

Pesanrakyat.id - Prediksi nilai tukar rupiah (IDR) kembali melemah terhadap dolar AS (USD) pada penutupan perdagangan hari Jumat, 29 Mei 2026.

Kabar dari perdagangan sore tadi, mata uang rupiah ditutup melemah 35 poin terhadap dolar AS.

Setelah sebelumnya sempat melemah 55 poin di level Rp 17.880 dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.845.

Baca Juga: DPD GMNI DKI Jakarta Ajukan Amicus Curiae ke Mahkamah Konstitusi: Tegaskan Supremasi Sipil dan Agenda Reformasi 1998

"Sedangkan untuk perdagangan Senin depan (Iibur nasional), mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.880 - Rp 17.940. Sedangkan range untuk sepekan Rp 17.800-Rp 18.10," ungkap Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya pada Jumat 29 Mei 2026.

Selain itu, tingginya permintaan dolar AS secara musiman untuk kebutuhan korporasi (seperti pembayaran dividen) dan kebutuhan impor rutin menekan pergerakan rupiah.

Ditambah sentimen pasar terhadap kebijakan dan aset Indonesia.

Ibrahim membeberkan, pelemahan rupiah dalam beberapa waktu terakhir terjadi bersamaan dengan tekanan di pasar saham dan obligasi, termasuk akibat sentimen MSCI, kekhawatiran terhadap defisit fiskal, dan kenaikan imbal hasil SBN.

Baca Juga: Menggugat Negara Dikuasai Tentara, Aliansi PERISAI Sasar Puspom, Mabes TNI AD, hingga Istana dalam Aksi Mari Bung Rebut Kembali Kedaulatan!

"Selain itu, tingginya permintaan dolar AS secara musiman untuk kebutuhan korporasi (seperti pembayaran dividen) dan kebutuhan impor rutin menekan pergerakan rupiah. Ditambah sentimen pasar terhadap kebijakan dan aset Indonesia," papar Ibrahim.

Adapun kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang menahan suku bunganya di level tinggi memicu arus keluar modal asing (capital outflow) dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

"Investor cenderung memindahkan asetnya ke instrumen berisiko rendah di AS (seperti obligasi) yang menawarkan imbal hasil lebih menarik," tambahnya.

Dari sisi eksternal, rupiah melemah saat AS dan Iran mencapai draf kesepakatan untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari.

Baca Juga: Sah! Jadi Ketua PAC PDI Perjuangan Kebayoran Baru, H Achmad Subki : Saya Akan Berjuang dan Berpihak Pada Masyarakat

Halaman:

Editor: Mochamad Rizki Damanhuri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Prediksi Nilai Tukar Rupiah Pekan Depan

Jumat, 29 Mei 2026 | 21:42 WIB

Terpopuler

X