Kompak! Anak dan menantu Presiden copot pejabat terkait Pungli

Foto : Istimewa

Jakarta, Pesan Rakyat -- Anak serta menantu Presiden Joko Widodo (jokowi) yang menjabat sebagai Wali Kota Solo dan Wali Kota Medan Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution sangat kompak mencopot pejabat yang melakukan pungli di daerah dirinya menjabat. (3/5)

Beberapa waktu lalu, setelah dirinya mendapat laporan tetkait pungli Bobby melepas jabatan Hermanto yang menjabat sebagai Lurah Sidorame Timur, kecamatan Medan Perjuangan. 

Di Medan, Bobby mencopot Lurah Sidorame Timur, Kecamatan Medan Perjuangan, Hermanto. Menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu mendapat laporan dari masyarakat terkait pungli.

Bobby segera menindak tegas laporan tersebut pada (23/4). Saat ke kantor Lurah yang bersangkutan, meskipun awalnya tidak mengakui perbuatannya. Namun, Bobby memiliki bukti percakapan saat meminta pungli

"Luar biasa ini, Lurahnya menyatakan langsung tidak meminta uang, tapi nyata nya minta. Mana boleh kita sebagai pelayan. Sudah jelas semua ada peraturannya," ujar Bobby.

Walikota yang berumur 29 tahun ini saat itu juga mencopot lurah tersebut, dirinya mengatakan tidak ada toleransi untuk pungli.

"Kalau tingkat bawahnya sudah bahaya kan , kita bagaimana ke atas atasnya. Kita berhentikan ini orangnya. Enggak ada cerita kalau minta-minta (uang) pasti kita berhentikan," katanya

Tidak jauh berbeda. Di Solo, Gibran pun mencopot Suparno yang menjabat lurah Gajahan yang terlibat pungli dengan dalil sedekah dan zakat fitrah pafa wilayahnya menjabat.

"Ya, hari Senin dibebastugaskan," kata Gibran, (2/5).

Sebelumnya, Gibran mendapatkan laporan dari warga terkait pungli berupa surat yang ditandatangani oleh lurah perihal sedekah dan zakat fitrah yang dibawa oleh Linmas Kelurahan Gajahan, yang ditujukan kepada pengelola masjid, pengusaha serta pemilik toko.

Gibran mengatakan praktik tersebut melanggar aturan. Dirinya tidak sepakat jika hal itu dianggap sebagai bagian dari tradisi.

"Tradisi apa? Itu menyalahi aturan. Jangan mengatasnamakan tradisi. ASN di kota solo harus membiasakan yang benar bukan membenarkan yang sudah biasa," kata Gibran

-Red

Lebih baru Lebih lama