Menggugat "Negara Dikuasai Tentara", Aliansi PERISAI Sasar Puspom, Mabes TNI AD, hingga Istana dalam Aksi "Mari Bung Rebut Kembali Kedaulatan!"

​Pesan Rakyat — Memperingati momentum 28 tahun runtuhnya rezim diktator Orde Baru pada 21 Mei, aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti Imperialis (PERISAI) menggelar aksi massa berantai di tiga titik vital Jakarta: Puspom TNI, Mabes TNI AD (Gambir), hingga Istana Negara, Kamis (21/5/2026). Dalam aksi refleksi nasional ini, PERISAI mengusung tema radikal: "Mari Bung Rebut Kembali Kedaulatan dan Lawan Rezim Fasis Prabowo-Gibran."

​Aliansi yang meleburkan elemen mahasiswa, pemuda, dan gerakan rakyat ini menilai 28 tahun pasca-Reformasi 1998 tidak membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Sebaliknya, ruang hidup rakyat justru diinvasi oleh militer teritorial, supremasi sipil dikebiri, dan kedaulatan ekonomi digadaikan ke kekuatan imperialis asing.

​Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi sekaligus Wakil Ketua Bidang Politik DPC GMNI Jakarta Selatan, Darnel Sipangkar, menegaskan bahwa penentuan rute aksi dari Puspom, Mabes TNI AD, hingga Istana Negara dipasok oleh analisis taktis atas realitas negara yang dinilai telah dikuasai dan dikontrol oleh tentara secara sistemik.

​"Tema 'Mari Bung Rebut Kembali Kedaulatan dan Lawan Rezim Fasis Prabowo-Gibran' adalah panggilan sejarah. Hari ini kami menyasar Puspom, Mabes TNI AD, dan Istana untuk membongkar secara telanjang watak fasis rezim. Dari urusan peradilan, pengawalan investasi (PSN) yang menggusur rakyat miskin dan masyarakat adat, hingga urusan dapur melalui Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), semuanya telah diinvasi oleh militer aktif maupun purnawirawan. Perwira-perwira TNI keluar dari barak dan masuk ke jantung urusan sipil. Ini adalah deformasi total atas amanat UUD 1945 dan Reformasi 1998!" tegas Darnel di tengah kepungan massa aksi.

​Tiga Titik Sasaran Aksi dan Filosofi Gugatan PERISAI:

​Puspom TNI: Menjadi sasaran utama untuk menuntut akuntabilitas hukum dan mendobrak dinding impunitas. PERISAI mendesak pengusutan tuntas kasus teror penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus dan kerugian uang negara yang di kerjakan keMenhan dan TNI Aktif dan Purnawiran  agar tidak dipetieskan atau diselesaikan secara tertutup di internal, melainkan diadili secara terbuka dan transparan melalui Peradilan Umum karena semua yang di kerjakan adalah sektor primer Rakyat jadi semuanya terbuka.

​Mabes TNI AD (Gambir): Disasar sebagai simbol penolakan keras atas hidupnya kembali Dwi Fungsi ABRI gaya baru. PERISAI menggugat keterlibatan tentara aktif yang dijadikan alat pertahanan oligarki untuk mengekspansi sektor agraria rakyat dengan dalih Proyek Strategis Nasional (PSN), serta infiltrasi militer dalam mengonsolidasikan ekonomi desa dan dapur logistik sipil.

​Istana Negara: Menjadi titik pamungkas sebagai pusat kebijakan eksekutif tertinggi. Istana digugat atas pembiaran terhadap runtuhnya supremasi sipil (pemburuan aktivis, pembubaran diskusi) serta kebijakan luar negeri yang dinilai menghamba pada kepentingan imperialis global melalui keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace (BOP) pimpinan Donald Trump dan ratifikasi Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat yang Melanggar Konstitusi dan Preambul UUD 1945.

​6 Tuntutan Utama Aliansi PERISAI

​Menyikapi tindakan pengkhianatan terhadap agenda reformasi dan konstitusi, Aliansi PERISAI membawa enam tuntutan politik.

1.​Hentikan militerisasi ruang sipil dan kembalikan militer ke barak.

2.​Usut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, dan proses melalui peradilan umum dan Usut Tuntas juga TNI yang KKN dan melanggar Konstitusi.

3.​Tarik keterlibatan TNI dalam ekspansi sektor agraria, dengan dalih PSN (Proyek Strategis Nasional).

4.Hentikan proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

5.Segera keluar dari Board of Peace (BOP).

6.​Batalkan kerjasama Agreement on Reciprocal Trade (ART).

​Massa aksi yang bertahan hingga sore hari ini disokong penuh oleh berbagai organ gerakan yang tergabung dalam Aliansi PERISAI, antara lain: DPD GMNI JAKARTA, ALIANSI GERAKAN REFORMA AGRARIA (AGRA), FRONT MAHASISWA NASIONAL (FMN), DPC GMNI JAKARTA SELATAN, SENTRAL PERJUANGAN PEMUDA (SPP), PEMBARU, KABMU UNAS, serta organisasi mahasiswa sektoral lainnya.***

Lebih baru Lebih lama