Sabtu, 30 Mei 2026

Bonus Demografi 60 persen, Sekda Lotim Dorong Pemuda Kuasai Literasi Digital

Photo Author
Lalu Guruh Aprianto, Pesanrakyat.id
- Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:04 WIB
Sekda Lombok Timur dalam kegiatan dialog pemuda (Pesanrakyat.id)
Sekda Lombok Timur dalam kegiatan dialog pemuda (Pesanrakyat.id)

PESANRAKYAT.ID - Sekda Lombok Timur Juaini Taofik menegaskan pemuda memegang peran strategis menjaga persatuan bangsa. Peringatan itu disampaikan di tengah derasnya arus informasi digital yang rawan pecah.

Pernyataan itu mengemuka dalam dialog Hari Kebangkitan Nasional bertajuk “Peran Strategis Pemuda dalam Menjaga Persatuan Bangsa di Era Digital” yang digelar Komunitas Literasi dan Diskursus Politik Narasi Politik, Jumat (29/5/2026) di Kedai Teduh, Kembang Sari, Selong.


Juaini menyoroti bonus demografi Indonesia. Sekitar 60 persen penduduk berada pada usia produktif dan sebagian besar pengguna internet adalah anak muda.


“Ini adalah peluang besar bagi bangsa Indonesia. Pemuda harus kreatif, adaptif, dan mampu memanfaatkan teknologi digital secara positif,” ungkapnya di hadapan mahasiswa, pemuda, dan masyarakat umum.


Ia mengingatkan banyak negara mundur karena gagal beradaptasi dengan perkembangan zaman. Karena itu masa muda jangan dihabiskan sia-sia.


“Jangan waktu muda hanya digunakan untuk foya-foya. Masa muda harus dimanfaatkan untuk belajar, membangun kapasitas diri, dan berkontribusi bagi bangsa,” tegasnya.


Dalam paparannya, Juaini menyentil fenomena ruang gema di medsos. Kecenderungan orang hanya menerima informasi yang sejalan dengan berpotensi melahirkan fanatisme sempit dan intoleransi.

"Negara Indonesia majemuk butuh pemuda yang terbuka, toleran, dan mampu menjaga keharmonisan sosial di tengah perbedaan. Pemuda tidak boleh menutup diri dan kurang pergaulan. Anak muda harus aktif berdialog, memperluas wawasan agar tidak mudah terjebak intoleran," katanya.


Ia menyebut pemuda punya peran ganda, sebagai agen persatuan nasional, pelopor literasi digital, penggerak perubahan sosial, hingga benteng melawan radikalisme dan disinformasi di ruang digital.


Tak hanya soal moral, Juaini mendorong pemuda masuk ke ranah kebijakan. Menurutnya, agenda setting atau penentuan isu prioritas sangat menentukan arah pembangunan.

“Peran pemuda dalam agenda setting sangatlah penting. Anak muda harus berani terlibat dalam proses penyusunan kebijakan agar kebijakan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Dialog berlangsung interaktif. Peserta melontarkan pertanyaan soal tantangan persatuan, media sosial, hingga peran pemuda menjaga demokrasi dan kebhinekaan.

Sementara itu, pihak Direktur Narasi Politik, Ahmad berharap diskusi ini melahirkan kesadaran politik, literasi digital, dan semangat persahabatan generasi muda Lotim.*

Editor: Lalu Guruh Aprianto

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini

MNC Itu Broker Tidak Layak di Gugat PT CMNP

Jumat, 30 Januari 2026 | 13:35 WIB
X