pesanrakyat.id - Ibadah puasa adalah ibadah yang sering sekali dilakukan oleh ummat muslim diseluruh dunia baik itu yang Sunnah lebih-lebih yang wajib.
Namun terkadang kita hanya melakukan ibadah puasa hanya untuk mengejar pahala yang dijanjikan oleh Allah SWT.
Puasa juga dapat menjadi pilihan untuk menerapkan pola hidup sehat, karena banyak para ahli kesehatan berpendapat demikian karena kaya akan manfaat bagi tubuh.
Kendati demikian juga penting kita mengetahui bahwa puasa juga memiliki tingkatan berdasarkan kemampuan manusia itu sendiri.
Sebagaimana dijelaskan dalam kita Asrorussaum karangan imam Al Ghazali dimana puasa itu dibagi menjadi 3 tingkatan diantaranya:
1.puasa umum (puasa orang awam)
Puasa umum adalah puasa yang sering kali kita lakukan dimana kita hanya sekedar menahan diri dari makan,minum,dan hawa nafsu (segala yang membatalkan puasa secara zhohir)
2.puasa khusus (puasanya orang taat kepada Allah SWT/waliyullah)
Puasa khusus ini naik satu tingkatan dari puasa umum dimana orang yang sampai pada tingkatan puasa khusus bukan hanya menahan diri dari segala yang membatalkan puasa secara zhohir akan tetapi dia juga menahan pendengarannya, lisannya, tangannya, kakinya,dan semua anggota badannya dari perbuatan-perbuatan maksiat atau dosa(yang membatalkan puasa secara batin).
3.puasa khususul khusus (puasanya nabi dan Rasul)
Puasa khususul khusus ini bukan hanya menahan diri dari yang membatalkan puasa secara zhohir maupun batin akan tetapi hatinya juga ikut puasa/ditahan dari segala keinginan duniawi dan hatinya hanya terfokus kepada Allah SWT.
Baca Juga: BPIP Ajak Generasi Muda Jadikan Pancasila Ideologi Hidup
Demikian penjelasan mengenai tingkatan puasa sesuai dengan kemampuan manusia yang dijelaskan olam Imam Ghazali, semoga bermanfaat bagi kita semua.