1. Belanja Terutama Produk Impor
Karena pelemahan nilai mata uang Garuda, tentu harga barang impor menjadi lebih tinggi dari biasanya. Dengan mengurangi belanja produk atau barang-barang impor, yang bersangkutan dapat menghemat lebih banyak anggaran.
"Hindari ya karena harga-harga barang yang tadi saya sebut naik berarti kan harus agak sedikit ketat gitu ya untuk barang-barang yang konsumtif. Terutama barang-barang yang berasal dari impor," jelas Tauhid.
2. Kredit dengan Bunga Cicilan Floating
Seiring peningkatan suku bunga BI imbas pelemahan rupiah, besaran bunga cicilan diperkirakan ikut mengalami kenaikan. Untuk itu lebih baik untuk mencari pinjaman atau kredit dengan bunga tetap.
"Kalau mereka punya cicilan ya cari cicilan-cicilan yang katakanlah bunganya tuh fix gitu ya yang mereka bisa jangkau, jangan yang floating. Kalau ada floating ya berarti kenaikan tingkat suku bunga, dia ikut kena. Kalau dia harus cicil misalnya kendaraan, untuk rumah dan sebagainya, cari yang fix. Cari yang manageable bagi mereka gitu," paparnya.
3. Mengandalkan Satu Sumber Pendapatan Selain strategi 'kencangkan ikat pinggang' alias mengurangi pengeluaran, juga perlu diperhatikan pemasukan.
"Sekarang kelas menengah sudah mulai mencari income tambahan apapun bentuknya. Karena kalau hanya mengendalikan konsumsi tapi pendapatan tidak ada upaya tambahan maka juga bisa kalah," kata Tauhid.
Baca Juga: Curhatan Pengguna BYD Sealion 7, Viral Keluhkan Shockbreaker Patah dan Rasa Aman yang Hilang
"Karena itu memang harus cari peluang-peluang usaha atau income lainnya di sektor jasa dan sebagainya yang bisa menambah pendapatan mereka. Mungkin kelas menengah ini kan banyak yang juga ya tambahannya jadi ojol atau jualan dan sebagainya,"pungkasnya.***
Artikel Terkait
Sekjen DPP : Wisata Karakter Budaya Dimulainya Peningkatan Ekonomi Rakyat
Selain Pantai Bikini Di Arab Saudi, Simak 3 Peraturan Terbaru Arab Saudi Demi Pertumbuhan Ekonomi
Mata Uang Aman Naik, Dolar Jatuh AS Melemah
Prediksi Nilai Tukar Rupiah Pekan Depan
Sensus ekonomi 20206, Bupati Lombok Timur Tegaskan data Akurat Dapat dipertanggungjawabkan