PESANRAKYAT.ID – Pemerintah mengungkap sejumlah catatan hasil evaluasi terhadap Badan Gizi Nasional (BGN) yang menjadi dasar pergantian pimpinan lembaga tersebut. Catatan tersebut mulai dari kedisiplinan menjalankan standar operasional prosedur (SOP), tata kelola organisasi, hingga pengawasan kualitas makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Presiden mengambil keputusan mengganti pimpinan BGN setelah melakukan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan selama hampir satu setengah tahun.
Dalam proses tersebut, Presiden tidak hanya menerima laporan dari internal pemerintah, tetapi juga mendengarkan berbagai masukan dari kementerian terkait, masyarakat, serta penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis.
“Selama kurang lebih hampir satu setengah tahun melakukan monitoring dan evaluasi, banyak catatan-catatan yang kemudian menjadi dasar pertimbangan oleh Bapak Presiden untuk melakukan pergantian ini dengan harapan catatan-catatan tersebut dapat segera kita perbaiki,” kata Prasetyo dalam konferensi pers di Ruang Sidang Kabinet, Selasa (2/6/2026) malam.
Menurut Prasetyo, salah satu perhatian utama dalam evaluasi tersebut berkaitan dengan kedisiplinan pelaksanaan SOP yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional. Selain itu, tata kelola organisasi juga menjadi bagian yang mendapat sorotan dalam proses penilaian.
Pemerintah juga menemukan perlunya penguatan pengawasan terhadap kualitas makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah.
“Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP, ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola, termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional,” ujarnya.
Meski mengungkap sejumlah catatan evaluasi, pemerintah menegaskan bahwa langkah pergantian pimpinan bukan semata-mata bentuk sanksi, melainkan bagian dari upaya memperkuat lembaga agar mampu menjalankan program strategis nasional secara lebih efektif.
Saat ini pemerintah juga masih melakukan audit internal untuk mendalami berbagai temuan yang muncul selama proses monitoring dan evaluasi berlangsung.
Prasetyo menegaskan audit tersebut merupakan bagian dari mekanisme pengawasan yang terus dilakukan pemerintah guna memastikan seluruh program berjalan sesuai tujuan dan standar yang telah ditetapkan.
“Semua sedang dalam proses audit internal. Itulah bagian dari monitoring dan evaluasi terus-menerus yang kita lakukan karena kita memang menghendaki Badan Gizi Nasional ini dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Melalui pergantian pimpinan yang kini dipimpin Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN bersama Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala, pemerintah berharap proses pembenahan dapat berjalan lebih cepat.
Pemerintah juga memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan normal dan pelayanan kepada masyarakat tidak akan terganggu selama masa transisi kepemimpinan.
Langkah pembenahan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan program di lapangan sehingga manfaat Program Makan Bergizi Gratis benar-benar dirasakan masyarakat sekaligus mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.*