PESANRAKYAT.ID - Pemerintah Kabupaten Lombok Timur terus memperkuat kualitas sumber daya manusia aparatur sipil negara melalui pengembangan kapasitas kepemimpinan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengikutsertakan enam pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XIII yang diselenggarakan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Pelatihan yang berlangsung sejak 2 Juni hingga 26 September 2026 tersebut dibuka oleh Kepala LAN RI, Muhammad Taufiq. Hadir pada pembukaan kegiatan itu Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya, Wakil Gubernur NTB Hj. Indah Damayanti, Bupati Lombok Barat, serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-NTB.
Keikutsertaan enam pejabat tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Lombok Timur dalam menyiapkan pemimpin birokrasi yang mampu menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Wakil Gubernur NTB menegaskan bahwa birokrasi saat ini menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari disrupsi teknologi, percepatan digitalisasi, dinamika geopolitik global, ancaman krisis pangan dan energi, hingga keterbatasan fiskal daerah. Kondisi tersebut menuntut hadirnya pemimpin yang tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga mampu membaca perubahan, mengambil keputusan secara cepat dan tepat, serta membangun kolaborasi lintas sektor.
Pandangan tersebut sejalan dengan arah kebijakan pengembangan kepemimpinan nasional yang dikembangkan oleh LAN RI. Pada tahun 2026, pelatihan kepemimpinan ASN mengusung tema pengembangan kepemimpinan adaptif untuk mendukung transformasi tata kelola pemerintahan, resiliensi nasional, dan daya saing global. Pelatihan juga diarahkan agar menghasilkan aksi perubahan yang berdampak nyata dan terukur bagi organisasi maupun masyarakat.
Kepala LAN RI Muhammad Taufiq menegaskan bahwa kepemimpinan tidak lahir secara instan, melainkan dibentuk melalui proses pembelajaran yang terstruktur dan berkelanjutan. Karena itu, pelatihan kepemimpinan menjadi instrumen penting dalam mencetak pemimpin yang adaptif, mampu mengambil keputusan secara tepat, dan menghasilkan dampak nyata bagi organisasi serta masyarakat.
Sejumlah penyelenggara PKN di berbagai daerah juga menempatkan kepemimpinan adaptif sebagai fokus utama pelatihan tahun 2026. Program tersebut dirancang untuk melahirkan pemimpin birokrasi yang responsif terhadap dinamika pembangunan dan mampu menggerakkan transformasi organisasi secara berkelanjutan.
Pentingnya penguatan kapasitas kepemimpinan dalam birokrasi juga telah lama menjadi perhatian para akademisi. Kajian yang diterbitkan oleh LAN menyebutkan bahwa kualitas kepemimpinan memiliki pengaruh besar terhadap keberhasilan reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Pemimpin yang kompeten dan profesional menjadi salah satu faktor kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
Melalui keikutsertaan enam pejabat eselon II dalam PKN Tingkat II ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Timur diharapkan semakin memiliki jajaran pimpinan yang mampu menghadirkan inovasi, mempercepat reformasi birokrasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat.*