Penurunan harga minyak sebenarnya memberi ruang bagi sejumlah mata uang Asia untuk bergerak di zona positif. Namun penguatan yang terjadi masih relatif terbatas.
Perhatian investor tertuju pada pelebaran defisit ganda yang berasal dari sisi fiskal maupun neraca transaksi berjalan.
Baca Juga: Kejagung Ungkap Dugaan Yayasan Terafiliasi Petinggi BGN dalam Kasus Korupsi MBG
Selain itu, lonjakan inflasi ke level 3,08 persen turut memicu kekhawatiran terhadap daya beli masyarakat yang selama ini menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.***
Artikel Terkait
Rupiah Konsisten Jadi Idola di Asia
Nilai Rupiah Menguat dibayangi Hasil Obligasi AS
Nilai Rupiah Mulai Menguat, ditopang Turunnya Kasus COVID-19
Prediksi Nilai Tukar Rupiah Pekan Depan
Dolar AS Semakin Menekuk Rupiah, Ini Pesan untuk Kelas Menengah