pesanrakyat.id - Niken Hafizoh Anggraini, seorang guru swasta di salah satu pondok pesantren di Sakra Barat meninggal dunia saat dirujuk dari RSUD Patuh Karya Keruak menuju RSUD Raden Soedjono Selong. Almarhumah sebelumnya menjalani operasi caesar di RSUD Keruak.
Kronologi itu disampaikan kerabat almarhumah, Umy Sarkawi, kepada media, Kamis 4 Juni 2026. Menurut Umy, almarhumah dibawa ke Puskesmas Rensing, Sakra Barat, Selasa 2 Juni 2026 sore. Dari puskesmas, pasien langsung dirujuk ke RSUD Patuh Karya Keruak.
"Semalam di RS Keruak, anaknya tidak bisa keluar sampai dua kali diberi obat perangsang. Menurut dokter, air ketubannya habis dan harus dioperasi," ujar Umy.
Baca Juga: Semakin Lemah, Ini Posisi Terburuk Rupiah Sepanjang Sejarah
Operasi caesar kemudian dijadwalkan Rabu 3Juni 2026 sekitar pukul 13.00 Wita. Umy mengaku sempat bertanya ke suami almarhumah sekitar pukul 11.30 Wita apakah yakin operasi di Keruak atau minta rujuk ke Selong. "Dijawab, kata dokter bisa di sini, tidak dikasih dirujuk ke Selong," kata Umy.
Setelah operasi, efek bius habis sekitar pukul 16.00 Wita. Almarhumah mengeluh sakit perut hebat dan merintih kesakitan. "Yang datang periksa hanya perawat. Setiap perut dipegang, pasien merasakan sakit luar biasa. Pasien terus ngamuk tidak bisa diam karena sakit sekali," jelas Umy.
Sekitar pukul 21.00 Wita, almarhumah mengalami pendarahan. Pukul 22.00 Wita kondisi sudah lemas. RSUD Keruak baru merujuk almarhumah ke RSUD Selong sekitar pukul 23.00 Wita.
"Di tengah perjalanan pasien sudah tidak merespons. Sampai di UGD Selong, semua dokter dan perawat berupaya agar pasien sadar, tapi sudah tidak bisa dibangunkan," kata Umy.
Umy menyayangkan pihak RSUD Keruak tidak memeriksa kembali pasien oleh dokter setelah operasi dan baru merujuk tengah malam. "Saya menduga di rumah sakit Keruak terjadi malpraktik," ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, Direktur RSUD Patuh Karya Keruak belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirnasi sudah dilakukan melalui via telpon dan pesan online.***
Artikel Terkait
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Terjerat Kasus Korupsi, Sosok yang Pernah Usulkan Serangga Jadi Protein MBG
Kejagung Ungkap Dugaan Yayasan Terafiliasi Petinggi BGN dalam Kasus Korupsi MBG
Kerugian Negara Kasus Korupsi MBG Masih Dihitung, Kejagung Dalami Aliran Dana
Lombok Timur Masuk 42 Daerah Percontohan Nasional Digitalisasi Bansos
Verifikasi Wajah dan Pendaftaran Mandiri. Bidik Akurasi Penerima
BAIS Rampok Warga, Kodam Gusur Rancapinang: GMNI Jakarta Kutuk Kebangkitan Orde Baru Sebagai Pengkhianatan Pancasila 1 Juni dan Konstitusi UUD 1945!
Semakin Lemah, Ini Posisi Terburuk Rupiah Sepanjang Sejarah