Jumat, 5 Juni 2026

Muncul Wacana BGN Siapkan MBG Berbasis Kantin Sekolah, Ternyata Pernah Ramai Diusulkan Imbas Kasus Keracunan di 2025

Photo Author
Zainul Ihwan, Pesanrakyat.id
- Jumat, 5 Juni 2026 | 20:12 WIB
Menyoroti wacana pembagian ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis kantin sekolah.  (GPM)
Menyoroti wacana pembagian ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) berbasis kantin sekolah. (GPM)

pesanrakyat.id - Sebagian publik di Tanah Air sedang hangat memperbicangkan ihwal wacana Badan Gizi Nasional (BGN) mempersiapkan skema pembagian ompreng Makan Bergizi Gizi (MBG) ke siswa berbasis kantin sekolah.

Hal ini disampaikan langsung Kepala BGN, Nanik S. Deyang yang menilai pendekatan baru tersebut, merupakan bagian dari upaya efisiensi anggaran tanpa mengurangi kualitas layanan maupun sasaran program.

Wacana yang kini tengah menyita perhatian publik setelah adanya pergantian pada pucuk pimpinan BGN yang sebelumnya di bawah kendali pendahulu Nanik, Dadan Hindayana.

"Jadi ada beberapa alternatif, intinya untuk mengurangi beban anggaran APBN," kata Nanik dalam jumpa pers di Kantor BGN, Jakarta, pada Kamis, 4 Juni 2026.

Baca Juga: 3 Fakta di Balik Penggerudukan Kantor Camat Selogiri hingga Pimpinannya Ngaku Siap Dicopot dari Jabatan

Terkait strategi barunya itu, Nanik menuturkan pihaknya kini tidak ingin terus menerus membangun dapur baru dalam upaya distribusi MBG.

"Kita intinya tidak harus membangun dapur baru, itu prinsipnya," tegasnya.

"Kita bisa menggunakan dapur-dapur, misalnya kantin sekolah," ungkap Nanik.

Berkaca dari hal itu, sebenarnya pernah ramai usulan terkait MBG berbasis kantin sekolah di tengah ingar kasus keracunan MBG yang terjadi pada 2025 lalu.

Pembagian MBG Fokus Diurus Sekolah

Secara terpisah, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah pernah menilai pelibatan kantin sekolah dalam program MBG untuk siswa telah diterapkan berbagai negara, seperti China dan Jepang.

Berbeda dengan Dapur MBG, Said mengusulkan kantin sekolah cukup fokus mendistribusikan MBG untuk para siswa sekolah.

"Bebannya terlalu berat kalau 3.000, disesuaikan saja 1.000," kata Said kepada awak media di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada September 2025 lalu.

"Atau, pemerintah dalam hal ini mengambil posisi yang ekstrem, langsung dapur MBG di sekolah-sekolah," sambungnya.

Halaman:

Editor: Zainul Ihwan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X